Senin, 22 Maret 2010

Pendarahan Otak

PENDARAHAN OTAK


Pecahnya pembuluh darah di otak dapat menyebabkan pendarahan otak. Mendengar kata “perdarahan otak” kita pasti merinding, karena pendarahan otak mengakibatkan stroke pendarahan misal kondisi ketidakberdayaan seperti lumpuh, sulit bicara, keterhambatan gerak, cadel/pelo dan lainnya. Penyakit stroke sangat berkaitan dengan otak karena yang diserang adalah otak. Penyakit ini disebut juga brain attack.


Otak adalah organ tubuh yang paling kompleks. Otak mengendalikan aktivitas fisiologis seperti detak jantung, sistem gerak, pernapasan, ingatan, suasana hati dan lain-lain. Bisa dikatakan otak adalah pusat kendali untuk bergerak, bernapas, berbicara, berpikir dan emosi.


Bagaimana bila terjadi pendarahan otak?

Bisa dibayangkan, terjadi kekacauan fungsi-fungsi anggota tubuh karena otak tidak bekerja sebagaimana mestinya! Ini yang dikatakan sebagai serangan stroke.


Otak perlu mendapatkan asupan nutrisi dan oksigen yang cukup agar aliran darah di otak lancar. Kebutuhan otak akan pasokan darah segar sangatlah tinggi dibanding dengan organ-organ tubuh lainnya. Aliran darah tersebut membawa zat gizi, oksigen dan gula/glukosa. Dengan berhentinya pasokan darah ke otak walau hanya 1 menit saja bisa menyebabkan pendaharan otak karena pembuluh darah otak pecah disebabkan bekuan darah atau pengerasan pembuluh darah. Hal tersebut mengacaukan fungsi-fungsi otak, gejala ini yang disebut dengan Stroke. Jika pasokan darah terhambat lebih dari 4 menit maka akibatnya lebih fatal lagi.


Beberapa zat kimia yang mengganggu fungsi otak dan dapat memicu perdarahan otak yaitu nikotin (rokok), alkohol, morfin, kafein dan minuman keras. Selain disebabkan zat kimia, stroke perdarahan otak bisa juga terjadi karena penyakit hipertensi/tekanan darah tinggi yang disebabkan stress atau faktor keturunan. Selain itu, usia tua merupakan usia yang rawan terhadap penyakit stroke.


Untuk menghindari terjadinya pendarahan otak maka lakukanlah olahraga secara teratur dan jangan mengkonsumsi zat-zat kimia tersebut. Konsumsilah makanan yang bergizi dan hindari makanan-makanan yang dilarang oleh dokter anda.


Artikel lainnya => Data Stroke

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar